Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
— Satoto, Sudiro - Nama Orang; Fananie, Zainuddin - Nama Orang;
Hubungan-hubungan antara sastra, sastrawan, masya- rakat, dan pemerintah tidaklah sederhana. Karya sastra bisa di- larang beredar karena isinya dianggap membahayakan ideologi negara seperti kasus novel Doktor Zhivago (Boris Pasternak) dan karya-karya kritis Alexander Soizhenitsyn. Kedua pengarang tersebut berasal dari Rusia dan penerima Hadiah Nobel untuk kesusastraan. Karena karya sastra dianggap identik dengan pe- ngarangnya, maka para sastrawan yang karyanya dilarang ber- edar juga mendapat kesulitan dengan pemerintah yang melarang nya. Karya sastra bisa juga dilarang karena dianggap tidak sesuai dengan nilai moral dalam masyarakat, seperti kasus novel Lady Chatterley's Lover karya D.H. Lawrence (Inggris), dan beberapa sajak Charles Baudelaire (Perancis). Dalam kasus tersebut, novelis dan penyairnya harus berurusan dengan pengadilan. Karya sastra bisa juga dianggap mengungkapkan pandangan yang kontroversial mengenai agama sehingga pengarangnya mendapat ancaman berat, bukan saja dari pemerintah, tetapi juga dari golongan tertentu dalam masyarakat, seperti kasus Taslima Nas- rin (Bangladesh); Salman Rushdie, sastrawan Inggris peranakan Pakistan yang divonis hukuman mati karena karyanya menghe- bohkan yaitu Satanic Verses. Di Indonesia, heboh sastra juga pernah terjadi karena karya Ki Panji Kusmin (nama samaran), sastrawan Indonesia yang dimuat dalam majalah SASTRA de- ngan judul Langit Makin Mendung, dipandang menghina umat Islam. Akibatnya, H.B Jassin sebagai penanggungjawab majalah tersebut diseret ke pengadilan karena harus mempertanggung- jawabkannya. Akhirnya ia dijatuhi hukuman percobaan dua se- tengah tahun, dilarang menulis dan mengajar di almamaternya FSUI dan buku-bukunya dilarang beredar.
Ketersediaan
| 2020907187-1 | 810 SAS s C/1 | Perpustakaan Pusat (Koleksi Tandon) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tersedia (Tidak Dipinjamkan) |